Kamis, 14 Februari 2019

Retinoblastoma, Kanker Ganas yang Banyak Dialami Anak

Tilar Negara, Merupakan Salah Satu Pasien Penderita Retinoblastoma

Apa itu kanker mata (retinoblastoma)?
Defenisi:
Kanker mata (retinoblastoma) adalah tumor ganas pada mata. Retinoblastoma menyerang retina, jaringan saraf tipis di belakang mata. Retinoblastoma dapat menyerang satu ataupun kedua mata. Retinoblastoma adalah kanker mata yang paling umum menyerang anak-anak.

"Ingat bahwa penyakit retinoblastoma merupakan penyakit turunan. Anggota keluarga harus diperiksakan untuk mencari tahu akan risiko mereka terkena retinoblastoma"

Seberapa umumkah kanker mata (retinoblastoma)?

Kanker mata utamanya terjadi pada anak-anak pada usia dini, dengan 90% kasus didiagnosa sebelum usia 4 tahun. Retinoblastoma jarang terjadi pada orang dewasa.

Tanda-tanda & gejala
Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker mata (retinoblastoma)?

Gejala utama dari kanker mata (retinoblastoma) adalah pupil terlihat putih bukan merah saat terkena cahaya.

Tanda-tanda lain termasuk:
-Mata terlihat seperti sedang melihat ke arah yang berlainan (lazy eye).
-Kemerahan pada mata dan pembengkakan
Bola mata terlihat lebih besar dari normal.
Kemungkinan ada beberapa tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Penyebab.
Penyebab kanker mata diperkirakan merupakan mutasi genetik yang biasa disebut retinoblastoma-1 (RB1). Mutasi ini dapat diwariskan dari orangtua ke anak-anak dan menghasilkan retinoblastoma turunan pada keluarga. Mutasi-mutasi baru menyebabkan retinoblastoma yang sporadis. Retinoblastoma turunan mungkin akan terjadi pada satu atau kedua mata dan umumnya terjadi pada anak-anak pada usia dini. Biasanya retinoblastoma yang terjadi pada satu mata bukan merupakan penyakit turunan dan terjadi pada anak-anak yang lebih tua. Tumor pada kedua mata umumnya merupakan turunan.

Faktor-faktor risiko.
Dua faktor utama yang mungkin meningkatkan risiko mengidap kanker mata:

-Usia: Banyak dari anak-anak yang didiagnosis dengan retinoblastoma berusia kurang dari 3 tahun. Banyak dari retinoblastoma bawaan atau turunan ditemukan pada tahun pertama bayi, sementara retinoblastoma yang tidak diturunkan biasanya terdiagnosis pada usia 1-2 tahun. Retinoblastoma jarang terjadi pada anak-anak yang lebih tua dan pada orang dewasa.

-Keturunan: anak Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena retinoblastoma jika atau anggota keluarga ada yang memiliki penyakit tersebut. Tidak adanya faktor-faktor risiko bukan berarti tidak dapat terkena retinoblastoma.

Pengobatan untuk kanker mata (retinoblastoma)

Pengobatan tergantung pada banyaknya mata yang terkena retinoblastoma, apakah hanya satu atau keduanya, dan apakah penyakit tersebut telah menyebar ke luar mata. 

Metode-metode pengobatan termasuk:
Enucleation, yaitu operasi untuk mengangkat seluruh bagian mata, dapat dilakukan apabila hanya salah satu mata yang terkena tumor yang besar dan penglihatannya tidak bisa diselamatkan.

Apabila tumornya kecil, dokter mungkin akan melakukan:
1. Terapi radiasi dengan sinar c energi tinggi untuk membunuh sel kanker dan memperkecil tumor.
2. Cryotherapy, yaitu penggunaan suhu dingin yang ekstrem untuk membunuh sel kanker.
3. Photocoagulation, penggunaan sinar laser untuk menghancurkan pembuluh darah yang membawa nutrisi ke tumor.
4. Thermotherapy, penggunaan panas untuk membunuh sel kanker.
5. Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Untuk intraocular retinoblastoma.
6. Apabila kedua mata terkena kanker, mata yang memiliki lebih banyak kanker akan diangkat dan/atau diterapi radiasi pada mata yang lain.

Extraocular retinoblastoma membutuhkan terapi radiasi dan/atau kemoterapi.

Tes yang biasa dilakukan untuk kanker mata (retinoblastoma)

Dokter dapat mendiagnosis kanker mata dari:
1. Riwayat medis dan pemeriksaan fisik.
2. Pemeriksaan mata: pemeriksaan mata di mana pupil akan dilebarkan lalu diteteskan obat mata tetes yang membuat dokter dapat melihat retina melalui lensa mata dan pupil. Terdapat beberapa tipe pemeriksaan mata yang dilakukan dengan pupil yang melebar:

-Ophthalmoscopy
-Slit-lamp biomicroscopy
-Fluorescein angiography

Menurut penjelasan dari mayoclinic dan webmd, retinoblastoma merupakan jenis kanker ganas yang menyerang lapisan retina pada mata. Dibandingkan dengan orang dewasa, penyakit ini lebih banyak dialami oleh anak-anak. 

Retinoblastoma dapat menyerang satu mata (unilateral) atau bahkan kedua mata (bilateral). Penyakit ini timbul akibat adanya proses mutasi genetik pada sel-sel saraf di dalam retina. Hal ini menyebabkan sel saraf terus tumbuh dan berkembang dan membentuk tumor pada retina. Tumor ini juga dapat tumbuh dan mengisi hampir seluruh vitreous humor (zat seperti selai yang mengisi bola mata). Selain itu, tumor ini juga dapat pecah dan menyebar ke bagian lain dari mata.

Tahapan perkembangan dari penyakit ini adalah sebagai berikut:

-Retinoblastoma intraokular
Ini merupakan tahap awal dari penyakit retinoblastoma. Pada tahapan ini, retinoblastoma belum menyebar ke jaringan luar mata.

-Retinoblastoma ekstraokular
Pada tahapan ini, virus kanker sudah menyebar ke luar mata atau ke bagian lain dari tubuh.

-Retinoblastoma berulang
Setelah melakukan perawatan, virus kanker kembali tumbuh dan menyebar pada mata atau ke bagian lain dari tubuh.

Gejala
-Ada warna putih dalam lingkaran tengah mata (pupil) ketika mata terkena cahaya.
-Mata tidak bisa bergerak dan fokus pada arah yang sama, Pupil terus melebar, Mata merah dan bengkak.

Penyebab
Belum diketahui penyebab lain dari penyakit ini. Namun, dari sebagian besar kasus, penyakit ini disebabkan oleh faktor keturunan. Anak-anak dapat mewarisi mutasi genetik dari orangtua mereka. Jika salah satu orangtua Anda mengidap penyakit ini, setiap anaknya memiliki peluang sebesar 50 persen untuk mengidap penyakit yang sama. Retinoblastoma yang dibawa secara turun temurun cenderung menyerang kedua mata.

Pengobatan
Untuk penyakit retinoblastoma yang diwariskan, pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pengujian genetika yang memungkinkan Anda untuk mengetahui penyakit itu sejak dini dan dapat ditangani lebih cepat. Kesempatan untuk menyembuhkan penyakit ini lebih besar. Namun, apabila penyakit retinoblastoma sudah memburuk, maka Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini disesuaikan dengan ukuran dan lokasi tumor.

1. Kemoterapi
Pengobatan jenis ini menggunakan bahan kimia untuk membunuh sel kanker. Pengobatan ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi pil kemoterapi ataupun ditransmisikan melalui pembuluh darah. Untuk anak-anak yang mengidap penyakit retinoblastoma, kemoterapi dapat membantu mengecilkan tumor.  Sehingga pengobatan jenis lain, seperti erapi radiasi, cryotherapy, thermotherapy atau terapi laser, dapat digunakan untuk mengobati sel-sel kanker yang tersisa. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan bahwa Anda tidak mmerlukan pembedahan.

2. Terapi radiasi
Jenis terapi ini menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X, untuk membunuh sel kanker. Ada 2 jenis terapi radiasi yang digunakan untuk mengobati retinoblastoma, yakni:

-Radiasi internal (brachytherapy)
Selama radiasi internal, perangkat pengobatan sementara ditempatkan di atau dekat tumor. Radiasi internal untuk retinoblastoma menggunakan piringan kecil yang terbuat dari bahan radioaktif. piringan tersebut dijahit di tempat dan dibiarkan selama beberapa hari sementara perlahan-lahan mengeluarkan radiasi untuk tumor. Menempatkan radiasi dekat tumor mengurangi kesempatan bahwa pengobatan akan mempengaruhi jaringan mata yang sehat.

-Radiasi sinar eksternal.
Radiasi sinar eksternal. Ini menggunakan sinar bertenaga tinggi (sinar-X). Namun, apabila sinar radiasi mencapai daerah halus di sekitar mata, seperti otak, itu akan menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, jenis terapi ini hanya dianjurkan apabila jenis pengobatan lain tidak bekerja.

-Terapi laser (laser fotokoagulasi)
Laser digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrisi ke tumor. Tanpa adanya sumber untuk bahan bakar, sel kanker akan mati.

-Cold treatment (cryotherapy)
Zat yang sangat dingin, seperti nitrogen cair, digunakan pada jenis  pengobatan ini guna membunuh sel kanker. Selama cryotherapy, zat  tersebut ditempatkan di atau dekat sel-sel kanker. Sel kanker akan  membeku dan mencair. Proses pembekuan dan pencairan, diulang  beberapa kali dalam setiap sesi cryotherapy.

-Heat treatment (thermotherapy): Thermotherapy  menggunakan suhu panas yang ekstrem untuk membunuh  sel kanker. Selama thermotherapy, panas diarahkan pada sel kanker  dengan menggunakan USG, microwave atau laser.

3. Operasi
Jenis pengobatan ini harus dilakukan apabila tumor terlalu besar dan  tidak dapat diobati oleh metode lain. Jenis pembedahan untuk  retinoblastoma, antara lain:
1. Enukleasi. Jenis pembedahan untuk mengangkat mata yang terkena sel kanker. Otot-otot dan jaringan di sekitar mata akan dilepaskan dan bola mata akan diangkat. Sebagian dari saraf optik, yang memanjang dari belakang mata ke otak, juga akan dihilangkan.
2. Pembedahan untuk menempatkan implan mata. Setelah bola mata diangkat, ahli bedah segera menempatkan bola khusus - terbuat dari bahan plastik atau lainnya - dan ditempatkan dalam rongga mata. Otot-otot yang mengatur pergerakkan mata direkatkan pada implan. Apabila sudah sembuh, otot-otot mata akan beradaptasi dengan bola mata implan, sehingga bola mata impan bisa bergerak seperti mata alami. Namun, bola mata implan yang ditanamkan tidak bisa melihat.

Namun, apabila Anda melakukan operasi seperti di atas, Anda akan  mengalami infeksi dan pendarahan. (cr@wan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar