Selasa, 12 Februari 2019

Mahfud MD Nilai Puisi Fadli Zon Tidak Pantas Secara Etika Dan Moral


Tokoh Nasional Mahfud MD Nilai Puisi Fadli Zon 'Do'a Yang Di Tukar' Sangat Tidak Pantas Secara Etika dan Moral

Mataram / matantb.com- Puisi Fadli Zon yang berjudul "Doa Yang Di Tukar"  mendapat tanggapan dari Mahfud MD. Menurut tokoh nasional ini puisi tersebut sangat tidak pantas secara etika dan moral. "Secara etika dan moral sangat tidak pantas dan itu bisa menimbulkan ketersinggungan," ujarnya.

Meski secara sepesifik tidak menyebut personal namun puisi tersebut dapat di simpulkan dan mengarah pada kejadian dimana Mbah Moen menyebut Prabowo dalam doanya.

Menurut Mahfud puisi bukan sebatas rangkaian kata kata namun lebih dari itu puisi semestinya mencerahkan dan merupakan kontemplasi dari kehidupan.
Disinggung apakah puisi Fadli Zon bisa di tuntut ke ranah hukum, Mahfud menyatakan, kasus puisi Fadli Zon yang juga Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, tidak dapat di tuntut secara hukum karena dalam puisi tersebut tidak menyebut personal. Namun Mahfud menyatakan puisi Fadli Zon bisa di hukum secara moral dan etika.

"Masyarakat bisa menilai apakah dia layak atau tidak di pilih ini hukuman moral, kalau di tuntut secara hukum tidak bisa karena dalam puisi tidak menyebut personal," beber Mahfud saat menggelar silaturahmi dengan awak media di Mataram, Senin (11/2).

Dilansir dari beberapa media, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini sendiri menolak meminta maaf atas puisinya tersebut. Bahkan di beberapa daerah di Jawa Timur menimbulkan protes dan menuntut Fadli Zon meminta maaf.(RB82)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar